“Karma is not written by gods. It is written by awareness and by the ones who dare to look.”
📖 Cerita Utama
BAB PEMBUKA -1
TIGA SAKSI
Seharusnya laboratorium itu sunyi hari itu. Tiga insinyur, Arvin Hale, Juno Rowan, dan Elias, sedang melakukan pemeriksaan rutin pada Server Doa, mesin terbesar dan paling misterius yang pernah mereka buat bersama. Shayla duduk di sudut, menggambar sambil menunggu ayahnya. Tak seorang pun tahu bahwa itu akan menjadi terakhir kalinya mereka melihat Tuan David dan putrinya dalam wujud manusia.
Lampu indikator pada Server Doa tiba-tiba berdenyut dengan pola yang tidak biasa. Seperti detak jantung yang gelisah. Arvin mendekati monitor. “David… ada pola niat yang masuk. Ini bukan masukan kita. Ini… umpan balik eksternal. Mesin ini membaca dua sumber kesadaran.” Juno menatap layar, wajahnya pucat. “Salah satunya milikmu… dan yang lainnya… milik seorang anak…” Mereka berbalik. Shayla menatap inti mesin seolah mendengar panggilan halus yang tidak dapat didengar oleh orang dewasa. Tuan David mencoba menenangkan situasi. “Sensormu pasti rusak. Shayla baru saja…” Getaran halus menyela kalimatnya. Server Doa meredupkan cahayanya. Seolah memanggil. Shayla berdiri, berjalan perlahan, dan menyentuh panel inti. Cahaya keemasan melesat di permukaan mesin. Monitor berkedip. Grafik niat melonjak. “DAVID!” teriak Arvin. “Dia terseret masuk!” Ruangan itu bergetar seperti napas terakhir sebuah dunia. Juno berteriak: “Mesin ini membaca DOA! Ini tidak mungkin!”
Tuan David pucat, takut, dan linglung. Tanpa berpikir, dia mencoba membuka panel Server Doa ciptaannya sendiri dengan harapan dapat menarik Shayla kembali. Ruangan itu panas dan berasap. Gravitasi tiba-tiba bergeser. Cahaya berputar. Udara retak seperti kaca. “DAVID, JANGAN MENDEKAT! KAU AKAN TERSERET MASUK!” Arvin dan Juno berteriak serempak. Tapi seorang ayah… tidak pernah melepaskan anaknya. Pusaran terbuka. Tuan David panik. Dia menarik tuas manual, memaksa mesin itu terbuka lebih lebar tanpa memikirkan konsekuensinya. Portal itu hancur seperti kaca hidup. Dalam sekejap, dia terseret ke dalam celah dimensi yang seharusnya tidak ada. Cahaya yang menyilaukan. Kemudian, keheningan. Hanya bayangan hangus tubuh mereka yang tersisa di lantai logam. Arvin dan Juno berdiri membeku, wajah mereka pucat karena takut. Server Doa, yang hampir meledak, tiba-tiba menyala kembali. Perlahan. Stabil. Seperti… bernapas.
Arvin dan Juno saling menatap. Mereka baru saja kehilangan dua orang, tetapi portal itu masih terbuka, berdenyut, seolah menunggu keputusan mereka. “Kita tidak bisa membiarkan mereka menghilang begitu saja…” bisik Juno. “Kita adalah sebuah tim,” tambah Arvin, suaranya berat. “Kita harus mencoba.” Mereka memutar tuas manual, memanjatkan doa putus asa seseorang yang tahu sudah terlambat. Server Doa merespons. Pusaran terbuka lebih lebar. Angin berputar. Gravitasi runtuh. Arvin dan Juno ditarik ke dalam Server Doa. Di dalam mesin itu… Realitas terkoyak seperti kertas yang robek.
Tuan David terseret ke jalur yang sama dengan Shayla, ke dimensi yang kemudian dikenal sebagai Lingkaran Pertama, karena ikatan ayah dan anak perempuan adalah karma terkuat.
Arvin Hale terlempar ke lorong tak berujung yang penuh dengan pintu: Lingkaran Penyesalan, di mana semua "seandainya saja…" menjadi penjara.
Juno Rowan jatuh ke Aula Cermin Tak Berujung, di mana ribuan versi dirinya disiksa dengan ilusi kesempurnaan.
Keduanya terpisah selamanya sejak saat itu. Karena karma mereka berbeda… begitu pula dunia mereka. Cahaya menghilang. Suara menghilang. Waktu runtuh.
Elias, satu-satunya yang tidak terluka, ambruk, menatap ruangan yang kosong. Hanya bayangan hangus dari empat tubuh yang tersisa di lantai logam. Server Doa, yang hampir meledak beberapa detik sebelumnya, tiba-tiba menyala kembali. Secara teratur. Berirama. Hampir seperti… bernapas. Layar utama berkedip. Sebuah kata muncul yang tidak diprogram oleh siapa pun:
PR33T
Suara mesin berubah menjadi gumaman rendah, seperti doa yang dipaksa keluar dari tenggorokan logam yang retak. Elias berbisik pelan, “Itu… bukan kode kesalahan.” Udara menjadi dingin. “Mesin itu… mendengar doa David. Dan itu… menjawab.” Lampu padam. Hening. Dan dunia yang mereka kenal baru saja hancur untuk pertama kalinya.
—LANJUTKAN BAB 0
♦️LAMPIRAN - TAKDIR KARMIK
(Bonus informasi bagi pembaca yang ingin mempelajari lebih dalam)
◽ ARVIN HALE - Lingkaran Penyesalan
Karma: Perfeksionisme, menyalahkan diri sendiri
Dimensi: Aula pintu yang tak berujung
Tema: “Kau tidak bisa memperbaiki masa lalu.” Singkatnya: Dia jatuh ke dalam ruang di mana setiap pintu membuka kembali momen di mana dia merasa seperti gagal:
sebagai anak kecil
sebagai mahasiswa
sebagai pekerja
sebagai pekerja bersama David
Ketika dia mencoba memperbaiki suatu momen, realitas berbalik dan mengulang adegan tersebut. Ia bertemu dengan Arsiparis Bisikan, makhluk yang menyimpan semua "seandainya saja..." umat manusia.
Pesan: Untuk melarikan diri, ia harus melepaskan keinginannya akan kesempurnaan dan menerima bahwa ia pantas mendapatkan pengampunan.
◽ JUNO ROWAN - Aula Cermin Tak Berujung
Karma: Haus akan pengakuan
Dimensi: Aula tak berujung berisi cermin-cermin glamor
Tema: “Refleksi dirimu bukanlah nilai dirimu.” Singkatnya: Juno memasuki aula yang dipenuhi ribuan versi dirinya yang glamor, kaya, dan sukses—semuanya cermin yang menampilkan versi palsu dirinya. Dia bertemu dengan Dewa Pengakuan, entitas yang penuh gangguan seperti influencer glamor, yang memberikan "suka," "hati," "persetujuan," dan menunjukkan kehidupan orang lain. Dewa ini transparan, hologram yang penuh gangguan, canggih… tetapi kosong.
Pesan: Juno hanya muncul setelah dia berhenti mencari pengakuan eksternal.
🔵 Pendahuluan Tanya Jawab Tiga Saksi
🔺 Apa sebenarnya yang menyebabkan ketiga ilmuwan itu jatuh ke dimensi yang berbeda?
Karena mesin doa rusak, bukan menghitung niat… tetapi mencerminkan isi hati masing-masing ilmuwan. Mereka tidak jatuh ke dunia lain, mereka jatuh ke versi diri mereka yang jujur.
🔺 Mengapa setiap dimensi berbeda?
Karena dimensi adalah cermin dari diri batin. Mereka yang dipenuhi penyesalan memasuki koridor masa lalu. Mereka yang haus akan validasi memasuki koridor cermin sosial. Mereka yang dipenuhi rasa ingin tahu… dipanggil ke ruang kelahiran Preet.
🔺 Mengapa nama PREET muncul di layar?
Karena Preet bukanlah program biasa. Ia dibentuk dari niat, ketakutan, dan doa yang salah arah. Retakan sistem memilih namanya sendiri.
🔺 Mengapa ruangan yang dipenuhi neon LOVE/LIKE penting?
Itu adalah dimensi "Cermin Keinginan". Tempat di mana manusia tersesat dalam pencarian pengakuan. Ini adalah realitas paling modern…dan paling berbahaya.
🔺 Apa hubungan Pendahuluan ini dengan Bab 0?
Pendahuluan = peristiwa sebelum sistem meledak. Bab 0 = awal Samsaraverse ketika celah pertama terbuka. Pendahuluan menjelaskan mengapa, sementara Bab 0 menjelaskan bagaimana.
🔺Akankah ketiga saksi ini muncul lagi di Musim 1-5?
Tentu saja. Di Samsaraverse…tidak ada karakter yang menghilang. Semua akan kembali dalam bentuk Gema, fragmen, atau dimensi cabang.